Analysis of Numeracy Skills Viewed from Learning Styles in Grade X Students of SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura
DOI:
https://doi.org/10.59211/mjpjetl.v4i2.398Keywords:
numeracy ability, learning style, three-variable linear equation systemAbstract
This study aims to describe the numeracy ability of tenth-grade students at SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura in relation to their learning styles visual, auditory, and kinesthetic on the topic of Three-Variable Linear Equation Systems (SPLTV). A descriptive qualitative approach was employed. The research subjects consisted of three students selected through purposive sampling to represent each learning style. Data were collected through a learning-style questionnaire (VAK model), a written test based on SPLTV problems, semi-structured interviews, and documentation, with data validity ensured through technique and source triangulation. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that all three subjects were in the high numeracy category, with scores of 94 (visual), 90 (auditory), and 92 (kinesthetic). The visual-style subject excelled in representation and structured problem-solving steps; the auditory-style subject excelled in mathematization and verbal explanation but was weaker in written communication; while the kinesthetic-style subject was able to construct mathematical models well but needed to improve accuracy. Overall, the class numeracy distribution showed 43.48% of students in the high category, 13.04% in the medium category, and 43.48% in the low category. These findings indicate that learning style is not the only determinant of numeracy ability.
Downloads
References
[1]. Adiningsih, W. (2023). Analisis gaya belajar ditinjau dari hasil belajar siswa kelas V pada tema 8 subtema 1 pembelajaran 6. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9, 3814–3822.
[2]. Akbar, F., & Mutiah, H. (2020). Identifikasi gaya belajar mahasiswa dalam membantu dosen menentukan model pembelajaran di Universitas Muhammadiyah Bulukumba. Jurnal Pendidikan, 9(2), 197–201.
[3]. Alfiah, S. (2020). Hubungan antara literasi numerasi dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pacitan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. https://doi.org/10.21137/jpp.2020.12.1.7
[4]. Anderha, R. R., & Maskar, S. (2021). Pengaruh kemampuan numerasi dalam menyelesaikan masalah matematika. Jurnal Ilmiah Matematika, 2(1), 1–10.
[5]. Astuti, E. P. (2025). Kemampuan numerasi siswa sekolah menengah pertama: Sebuah studi analisis pemecahan masalah dalam konteks. Jurnal Pendidikan Matematika, 8, 923–932.
[6]. Ayuningtyas, N. (2020). Analisis pengetahuan numerasi mahasiswa matematika calon guru. Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 237–247.
[7]. Cakranegara, S. D. N. (2024). Identifikasi faktor penyebab rendahnya kemampuan numerasi siswa (Studi kasus pada siswa kelas IV SDN 8 Cakranegara). Jurnal Pendidikan Dasar, 2(3), 410–420.
[8]. Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
[9]. Dahliahi, J. (2026). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas X dalam menyelesaikan soal SPLTV. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(4), 9945–9953.
[10]. Dan, A., & Khombow, T. (2023). Literasi numerasi anak usia dini dalam pembelajaran ragam hias Papua menggunakan limbah anorganik dan teknik khombow. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(18), 75–86.
[11]. Ediyanto. (2022). Pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan gaya belajar peserta didik. Jurnal Pendidikan, 1, 1–10.
[12]. Evasufi, L., Putri, I. C., Saadah, A., & Aisah, S. (2024). Analisis faktor internal penyebab kesulitan belajar ditinjau dari perspektif gaya belajar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(3), 2165–2170.
[14]. Faiziyah, N., & Putra, A. D. (2024). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah sistem persamaan linear tiga variabel ditinjau dari kemampuan awal. Jurnal Pendidikan Matematika, 8, 725–735.
[15]. Falah, B. N. (2018). Pengaruh gaya belajar siswa dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 6(1), 25–34.
[16]. Hidayanto, E., & Lisrahmat, M. N. (2023). Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berdasarkan prosedur Newman. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(1), 153–165.
[17]. Iasha, V., Zulfah, M., Amelia, M., & Wulan, Y. (2024). Pentingnya literasi numerasi sebagai fondasi pendidikan sekolah dasar untuk membangun kecerdasan dan kemandirian siswa di masa depan. Jurnal Pendidikan Dasar, 76.
[18]. Karmeliana, D. S., & Ladyawati, E. (2023). Analysis of senior high school students' numeracy based on learning style. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 166–186.
[19]. Kemendikbud. (2021). Inspirasi pembelajaran yang menguatkan numerasi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
[20]. Kisanata, S. D. K. (2024). Pengembangan kemampuan numerasi dasar peserta didik. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 107–113.
[21]. Ladyawati, E., & Maftuh, M. (2025). Kesulitan peserta didik dalam merepresentasikan dan mengomunikasikan hasil penyelesaian masalah numerasi. Jurnal Pendidikan Matematika.
[22]. Lailani, R. L., & Nur, I. R. D. (2022). Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas X pada materi SPLTV. Jurnal Pendidikan Matematika, 6, 138–147.
[23].Lubis, R. Y. (2021). Perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan tipe number head together pada materi sistem persamaan linear tiga variabel [Skripsi, Universitas Negeri Medan].
[24].Maelani, S. (2023). Pentingnya mengenali gaya belajar siswa sekolah dasar dalam kegiatan pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dasar, 3(3), 157–163.
[25].Marlina, Y., & Muhdar, R. (2024). Analisis kemampuan literasi numerasi peserta didik pada konsep bilangan cacah. Jurnal Pendidikan Matematika.
[26].Mutia, T., & Maritasari, D. B. (2021). Perbedaan hasil belajar geografi ditinjau dari gaya belajar siswa SMA kelas X. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 5, 164–173. https://doi.org/10.29408/geodika.v5i1.3482
[27].Nafisah, J. (2023). Analisis penerapan gaya belajar dalam pembelajaran berdiferensiasi peserta didik kelas III SDN Pedurungan Lor 02 Semarang. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2013), 4749–4755.
[28].OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing.
[29].Prihatin, E. D. (2014). Analisis kemampuan kognitif siswa berdasarkan gaya belajar dalam menyelesaikan soal-soal pada pokok bahasan identitas trigonometri di kelas X-1 semester II SMA Negeri 1 Jayapura [Skripsi, Universitas Cenderawasih].
[30].Purba, P. S., Sholihin, M., Permatasari, I. T., & Sani, D. N. (2026). Metode pengumpulan data kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian.
[31].Putri, D. F. P. (2022). Kemampuan penalaran matematika siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(1), 2599–2600.
[32].Putri, R. A., Magdalena, I., Fauziah, A., & Azizah, F. N. (2021). Pengaruh gaya belajar terhadap pembelajaran siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 1(2), 157–163.
[33].Qoriyani, H., & Widiyastuti, E. (2023). Analisis kemampuan numerasi dalam mengerjakan soal tipe AKM ditinjau dari gaya kognitif siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 69–86.
[34].Rachmawati. (2023). Kajian literatur: Kemampuan numerasi pada perkembangan peserta didik di lingkungan sekolah. Jurnal Pendidikan, 7–14.
[35].Rahmani, D. A., Muhayati, S., & Kholis, I. (2025). Analisis data kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian, 9, 13037–13048.
[36].Razak, F., & Zaid, M. (2025). Analisis kemampuan literasi numerasi dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas V SD Negeri 3 Tala. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 185–192. https://doi.org/10.12928/sntekad.v2i1.19041
[37].Romdona, S. (2025). Teknik pengumpulan data: Observasi, wawancara, dan kuesioner. Jurnal Metodologi Penelitian, 3(1), 39–47.
[38].Saleh, M. (2020). Tujuan pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah atas. Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia.
[39].Sari, A. S. (2025). Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian, 5(2018), 539–545.
[40].Sari, T. T. (2022). Triple helix kebijakan pendidikan, tata kelola unit pendidikan, dan sumber daya manusia. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 3, 837–844.
[41].Solihah, A., Aditya, D. Y., & Kamali, A. S. (2022). Pengaruh gaya dan kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 231–240.
[42].Sukartawan, A. (2022). Mengatasi kesulitan belajar dengan memahami gaya belajar. Jurnal Pendidikan, 2, 33–42.
[43].Susanti, S. A. (2024). Studi literatur: Analisis pentingnya kemampuan numerasi dalam mendukung pemecahan masalah matematis. Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 17–22.
[44].Tohir, M. (2019). Hasil PISA Indonesia tahun 2018 turun dibanding tahun 2015. Jurnal Analisis Pendidikan.
[45].Utami, S. M., Pramasdyahsari, A. S., Riska, G. I., & Happy, N. (2024). Analisis kemampuan numerasi siswa dalam menyelesaikan masalah distribusi peluang binomial berdasarkan gaya belajar. Jurnal Pendidikan Matematika, 8, 1651–1661.
[46].Widayati, T., Usodo, B., & Yamtinah, S. (2025). An analysis of numeracy skills and factors affecting learners in phase C of class V of primary school. International Journal of Education, 8(1), 606–613.
[47].Zagoto, M. M. (2019). Perbedaan individu dari gaya belajarnya serta implikasinya dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 2, 259–265.
[48].Zulfa Safira Firdausy. (2023). Hubungan kemampuan literasi numerasi siswa kelas V dalam penyelesaian masalah bentuk soal cerita matematika. Jurnal Pendidikan Dasar, 9, 2298–2308.
Downloads
Published
Issue
Section
URN
License
Copyright (c) 2026 Iman Al Amin Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors grant the journal the right of first publication. which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided that the original work is properly cited. Authors are responsible for ensuring that any third-party materials included in their work have proper permissions.

